sampai bebatuan aspal
Kaki kasar gelandangan kecil itu pun
Mau tidak mau harus menciumnya tanpa alas
Panas , lelah, tapi tetap berjalan
Bahkan suara gaduh dari ribuan kendaraan tak berhatipun
Harus ditelan dalam perih
Bocah gelandangan itu lalu berlari
Menahan debgan sakit dikakinya
Puluhan kilometer
Menutup telinganya
Hanya membiarkan matanya melihat
Ada mimpi di ujung jalan ini
Dan membuka hatinya lalu berkata
Tuhan disampingku bahagia itu mengikutiku .

Tidak ada komentar:
Posting Komentar