Selasa, 30 September 2014

Jalan Tuhan


Bukan salahmu atau salah kita
Ini hanya sepenggal cerita cinta
Kita pemainya tuhan pemilik jalan ceritanya .
Aku ingin berjalan di belakangmu
Dan sesekali disampingmu
Tapi Tuhan ..,..
Aku percaya jalan Tuhan selalu indah meski terjal dan berliku
Bahkan harus pergi berlalu
Dan aku percaya cinta
Bahwa dia punya mata arah
Kemana dia harus mengarah

Senin, 29 September 2014

Kita

Kita adalah sepasang merpati yang saling mencintai ,
Terpisah , namun ingin bersama
Kita adalah hati yang tak pernah terbaca
Telah terkecewakan ,namun selalu saling mendoakan
Kita adalah mata yang tak saling menatap
Hanya merindu namun semu
Kita adalah diam paling menyakitkan
Usai , namun tak selesai

Minggu, 28 September 2014

Akhiri saja

Kita terjebak
Kita terperangkap
Kita tak mampu bergerak
Kita tak mampu berucap
Kita tercekam
Kita hanya diam
Kita kalah
Kita jera
Kenapa tidak akhiri saja
Batin bergejolak
Jiwa terikat
Hati tersayat
Cinta bersyarat
Kenapa tidak akhiri saja
Aku lemah
Aku lelah
Aku kalah
Aku berserah
Aku pasrah
Kenapa tidak akhiri saja
Kamu tuli
Kamu bisu
Kamu lumpuh
Kamu tak berbuat apa apa untukku
Sudah...
Kenapa tak akhiri saja

Sabtu, 20 September 2014

Seperti Mereka

Tertawa suka ria
Merindu dan mencinta
Dan aku hanya menjadi saksinya
Bagian hatiku yang lain
Berbahagia melihatnya
Separuhnya,,
Berkata sambil menahan pengap
Aku ingin seperti mereka
Menari nari diudara
Berlari sambil Tertawa
Bermain dengan deburan ombak
Yang bersorak
Menikmati arah angin yang tak bertuan
Mereka ,
Aku ingin seperti mereka

Jumat, 19 September 2014

Bosan

Terjerat penat pekat
Setelah lama berseteru bisu
Bosan , dan hanya diam membabu
Dewi ,
Aku ingin pergi
Dari sini dari kehampaan ini
Aku tak mampu merasakan apapun
Semua hampa ,gundah gulana
Semua fana  , aku jera
Bosan,,
Mereka drama ,
Aku lara ,
Bosan ,,
Dunia penuh sandiwara
Dan aku bosan dengan semua ,,

Rabu, 17 September 2014

Rindu

berbatas waktu
rindupun harusterinjak-injak
berjarak tempat 
Lewat lantunan doa
Aku memelukmu
Dalam sujudku
Aku buka semua rahasia hatiku pada tuhan
Deraian air mata saja tak cukup
Untuk menceritakannya

Setiap rindu ini memanggil
Raga melemah seolah aliran darah terhenti

Rindu ,,
Aku belum pantas mengatakan itu
Tapi rindu itu ada
Bahkan telah lama tinggal jiwa

Entah sampai kapan rindu itu bertahta
Yang ku rasa ,
Dia adalah penguasanya

Aku

Aku berada dibawah jutaan cahaya
Berada dipusaran gemuruh
Roda roda tak bernyawa

Sesak napasku tak terdengar
jiwaku terlempar
ragaku terdampar

Aku teriak,,,
Mereka tak mendengar
Aku menangis mereka tak meliahat
aku berlari mereka pergi
Aku diam mereka menghilang

Selasa, 16 September 2014

Bocah pemimpi

Teriknya mentari menanycap
sampai bebatuan aspal
Kaki kasar gelandangan kecil itu pun
Mau tidak mau harus menciumnya tanpa alas
Panas , lelah, tapi tetap berjalan
Bahkan suara gaduh dari ribuan kendaraan tak berhatipun
Harus ditelan dalam perih
Bocah gelandangan itu lalu berlari
Menahan debgan sakit dikakinya
Puluhan kilometer
Menutup telinganya
Hanya membiarkan matanya melihat
Ada mimpi di ujung jalan ini
Dan membuka hatinya lalu berkata
Tuhan disampingku bahagia itu mengikutiku .